UIN Gus Dur Suarakan Pengembangan Pendidikan Islam Untuk Harmonisasi GlobalUIN Gus Dur Suarakan Pengembangan Pendidikan Islam Untuk Harmonisasi Global

bspradiopekalongan.com, KAJEN – Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Universitas Islam Negeri (UIN) K.H. Abdurrahman Wahid (UIN Gus Dur) Pekalongan menyelenggarakan 3rd International Conference on Islam and Education (ICONIE)┬ádengan mengusung tema utama “Charting the Future of Islamic Education for Global Harmony” yang berlangsung selama 2 hari, Senin-Selasa, 20-21 Mei 2024.

Pembukaan konferensi ini dilakukan oleh Rektor UIN Gus Dur Pekalongan, Prof Dr Zaenal Mustakim MAg, bertempat di Hotel Howard Johnson Pekalongan, Senin (20/5/2024). Tema ini mencerminkan pentingnya untuk mengembangkan pendidikan islam yang relevan, inklusif, dan berdaya guna dalam konsep global.

Rektor UIN KH Abdurrahman Wahid, Prof Dr Zaenal Mustakim MAg menjelaskan. Sebetulnya agama Islam mengajarkan kemanusiaan, perdamaian, menghindari permusuhan, menghindari sesuatu yang merusak. Dengan melaksanakan ajaran Islam dengan baik, tentu harmoni global akan terbentuk sendirinya.

Pengembangan Pendidikan Islam Untuk Harmonisasi Global

Ada beberapa poin penting yang perlu diperhatikan dalam pengembangan pendidikan Islam agar bisa berkonsep global, diantaranya :

Pertama, Pembaharuan kurikulum yang mencakup aspek-aspek kontemporer seperti Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) untuk mempersiapkan generasi Islam yang mampu bersaing dan berkontribusi secara aktif dalam masyarakat global.

Kedua, inklusif dan keterbukaan, bagaimana kita mampu membangun pendidikan yang inklusif dan terbuka terhadap perbedaan budaya, agama, dan kepercayaan sehingga memunculkan toleransi antar individu dan kelompok.

Ketiga, terkait pengembangan soft skill yang diintegrasikan dengan empati, kolaborasi dan komunikasi efektif dalam kurikulum pendidikan islam untuk mempersiapkan pemimpin global.

Keempat, tentang pendidikan nilai, dimana menekankan nilai-nilai universal seperti nilai keadilan, dan kesetaraan gender sehingga memunculkan pemahaman yang lebih tentang islam dalam mendukung harmoni global, dan

Kelima terkait membangun mitra dan jaringan antar lembaga pendidikan islam dengan institusi pendidikan lainnya di tingkat lokal, nasional maupun internasional untuk memfasilitasi pertukaran pengerahuan dan praktek terbaik untuk mendukung pendidikan Islam dalam harmoni global.

Menurut Prof Zaenal, tantangan yang dihadapi sekarang, banyak pemahaman Islam yang tidak inklusif dan tidak sesuai kaidah tafsir-tafsir. Semestinya, tafsir keagamaan itu harus dilakukan oleh orang-orang yang berkompeten dan memiliki kapasitas keilmuan yang mumpuni.

Sementara itu, Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kelembagaan, sekaligus ketua panitia 3rd ICONIE, Dr. Muhamad Jaeni, M.Ag menerangkan bahwa, tema ICONIE ketiga kali ini mengangkat satu tema yang relevan dan kontekstual dengan banyak sekali kejadian-kejadian di dunia terkait krisis kemanusiaan maupun konflik yang bisa saja terjadi akibat kurangnya pemahaman terhadap agama.

Lanjut Jaeni, UIN Gus Dur sebagai salah satu perguruan tinggi Islam memiliki tanggungjawab besar untuk mengkaji dan memastikan bagaimana pendidikan Islam dapat berkontribusi dalam menciptakan perdamaian kehidupan manusia di dunia.

Dalam acara konferensi Internasional 3rd ICONIE ini diikuti oleh sekitar 290 peserta dari berbagai daerah di Indonesia seperti Pekalongan, Bali, Jambi, dan lain-lain. Tidak hanya itu, kegiatan ini juga dihadiri oleh peserta dari luar negeri seperti dari Nigeria, Malaysia, India, dan lain-lain. (Adm-01A)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *